Rabu, 03 Desember 2008

Fadel Muhammad: Pamor Golkar Menurun

Deklarasi Sri Sultan Hamengku Buwono X maju dalam bursa pencalonan presiden pada pemilu 2009 mendatang mengundang polemik tersendiri dalam partai Golkar. Sebelum deklarasi Sultan, Fadel Muhammad, salah satu tokoh Partai Golkar telah mengusulkan kepada Jusuf Kalla untuk bersandingan dengan Sultan sebagai wakilnya, namun Kalla ragu-ragu menerima usulannya, apalagi saat ini pamor politik Golkar semakin menurun.

“Ketika Sultan mencapreskan diri, kami juga tetap mendukung untuk mendongkrak popularitas Golkar yang akhir-akhir ini menurun,” kata Fadel, di Yogyakarta, Rabu (19/11)

Menurut dia, seiring dengan perkembangan yang berlangsung, dengan adanya deklarasi Sultan tersebut, partai Golkar menjadi dilematis. Sebab hal tersebut juga merupakan hak Sultan untuk mendeklarasikan diri dan merupakan konsekuensi rapimnas (rapat pimpinan nasional) Golkar 17-19 Oktober lalu, yaitu nama Sultan juga diusulkan menjadi calon presiden.

Ia menambahkan, saat ini Partai Golkar harus berbenah diri sehingga bisa mengoptimalkan perolehan suara dalam pemilu yang akan datang. Hal ini
perlu dilakukan, mengingat dalam survey yang dilakukan oleh Lembaga Survai Indonesia menyatakan popularitas Golkar merosot, yaitu hanya mencapai 16 persen saja, sedangkan popularitas partai Demokrat justru naik.

“Jika dalam survei suara Golkar anjlok ini menunjukkan Golkar tidsk punya kader yang potensial,” kata Fadel menjawab pertanyaan wartawan usai bedah buku “Reinventing Local Government” di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Rabu (19/11).

Fadel menambahkan, hendaknya Golkar sebagai partai terbesar harus mencalonkan kadernya sendiri dalam pemilihan presiden pada 2009 nanti.

Comments