Dewan Integritas Bangsa???
DIB dideklarasikan oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pemuda Muhammadiyah, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia, Pusat Pemuda Katolik, Generasi Muda Buddhis Indonesia, Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia, Generasi Muda Khonghucu, dan Komunitas Anti Korupsi di Jakarta, Rabu, 7 Agustus 2008 di Museum Kebangkitan Nasional.
Pembentukan dewan ini adalah sebagai bentuk komitmen untuk mencintai Bangsa Indonesia dengan memilih pemimpin masa depan yang memiliki integritas memajukan Indonesia. Dewan akan memilih 45 tokoh dan bapak bangsa yang netral untuk menyeleksi 17 calon menteri untuk posisi Kabinet Indonesia Berintegritas (versi dewan) dan dua orang untuk posisi presiden dan wakil presiden.
Konvensi Capres Alternatif Dewan Integritas Bangsa
Melalui Dewan Integritas Bangsa (DIB), ada sekitar enam politisi menyatakan kesediaan mereka untuk mengikuti konvensi calon presiden alternatif yang diselenggarakan di 12 kota. rencana konvensi akan diadakan pada 19 Januari hingga 7 Maret 2009 di Yogyakarta, Padang, Surabaya, Denpasar, Medan, Banjarmasin, Makassar, Gorontalo, Ambon, Jayapura, Bandung dan Jakarta.
kompetisi politik menuju pemilihan presiden diprediksi akan berjalan seru dan sengit, karena bagi para sosok senior, pada 2009 adalah The Last Game dalam perebutan jabatan presiden. Pertanyaannya, bangsa kita membutuhkan presiden ataukah mencari pemimpin nasional yang kompeten, tangguh dan visioner?
Jawabannya adalah pemimpin sekaligus presiden yang kompeten, tangguh dan visioner. Maka tak salah jika DIB menjaring capres alternatif agar rakyat memiliki opsi lebih banyak lagi.
Para capres alternatif itu adalah Sri Sultan Hamengku Buwono X, Dr Rizal Ramli, Dr Yuddi Chrisnandi, Dr Marwah Daud Ibrahim, Bambang Sulastomo, dan Fadel Muhammad. Sementara Wiranto, Fadjroel Rahman, dan Ryamizard Ryacudu, yang juga diundang DIB, masih ragu-ragu.
Dari enam tokoh yang sudah menyatakan kesediaannya mengikuti konvensi calon presiden alternatif itu, Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad adalah satu-satunya yang belum mendeklarasikan diri sebagai capres.
Terhadap langkah DIB ini, banyak mendapat dukungan dari beberapa elemen termasuk juga Partai. Partai yang mendukung konvensi itu antara lain Partai Buruh, Partai Nasional Benteng Kerakyatan (PNBK), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI).
Konvensi capres versi DIB mengusung enam kandidat capres cukup ternama di negeri ini. Apalagi Indonesia sekarang sangat butuh pemimpin yang sesuai kebutuhan rakyat.
Bagaimanapun proses konvensi yang dilakukan DIB adalah suatu terobosan demokrasi yang tepat dilakukan saat ini untuk mencari calon pemimpin bangsa. Figur yang ada saat ini, terbukti tak mampu menyelesaikan persoalan rakyat secara efektif.
Harapannya, masyarakat bisa terus mengikuti konvensi DIB, sehingga memiliki referensi yang cukup dalam menentukan pilihan secara obyektif.
Konvensi DIB sebagai suatu gerakan inisiatif, sah-sah saja dilakukan dalam kerangka membangun demokrasi di Indonesia. Sebagai sebuah wacana mencari capres terbaik, gerakan inisiatif DIB perlu didukung dan dipahami sebagai langkah masyarakat madani dalam mengupayakan perbaikan kualitas demokrasi.
Selasa, 09 Desember 2008
Capres/Cawapres Alternatif Dewan Integritas Bangsa
Langganan:
Comment Feed (RSS)

|